Tujuan, Siklus, Perancangan dan Analisa Basis Data

27 Feb 2012

Huaahh,,, narik napas dulu bentar,, Okehh,, hey semuannya, kali ini mungkin postingan yang sedang naik daun di Blog gw haha,, mungkin akhir - akhir ini gw sering banget posting mengenai Basis Data, yup, dikarenakan mata kuliahnya ketemu tiap seminggu sekali dan ditiap pertemuan pasti ada tugas, dan tugasnya harus di posting ke Blog, jadi Blog gw akan ada sekali, bahkan banyak postingan mengenai Basis Data, hmm walaupun minggu - minggu belakangan ini gw cukup tertekan dengan banyak tugas kuliah #curhat. Hehe, okeh dehh, Postingan kali ini bakalan ngebahas mengenai Tujuan utama Basis Data, terus Siklus Hidupnya, Perancangan Basis Data, dan Analisa Pengumpulan Data, hehe,, yaudah gak usah banyak berbasa - basi, sekarang kita masuk ke pembahasan (y) :D

Tujuan Utama Perancangan Basis data

Okeh, seseorang merancang Database pasti ada tujuannya, dan setiap tujuan dari mereka mungkin berbeda - beda, tapi diluar itu semua, ada tujuan utama dalam perancangan Basis Data, yaitu :

  • Memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan pengguna secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
  • Memudahkan pengertian struktur informasi
  • Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storage space)

Siklus Hidup (Life Cycle)

Perancangan dan Penggunaan Basis Data mungkin tidak terlepas dari Perancangan Sistem Informasi itu sendiri, didalamnya ada kemungkinan bahwa sistem tersebut akan melakukan langkah - langkah yang berurutan dan berulang. Siklus hidup aplikasi basis data berhubungan dengan siklus hidup sistem informasi. Siklus kehidupan sistem informasi sering disebut macro life cycle, dimana siklus kehidupan basis data merupakan micro life cycle

Aktifitas-aktifitas yang berhubungan dengan basis data sebagai micro life cycle dan termasuk fase-fasenya sbb :

  1. Database planning, Di aktifitas ini akan disusun bagaimana langkah-langkah siklus hidup dapat direalisasikan secara lebih efisien dan efektif.

  2. System definition, Definisi ruang lingkup basis data (misal : para pemakai, aplikasi-aplikasinya, dsb.)

  3. Design, Pada bagian dari fase ini, perancangan sistem basis data secara konseptual, logikal dan fisik dilaksanakan

  4. Implementation, Pemrosesan dari penulisan definisi basis data secara konseptual, eksternal, dan internal, pembuatan file-file basis data yang kosong, dan implementasi aplikasi-aplikasi software.

  5. Loading atau Data Conversion, Basis data ditempatkan baik secara memanggil data secara langsung ataupun merubah file-file …….yang ada ke dalam format sistem basis data dan memangggilnya kembali.

  6. Application Conversion, Beberapa aplikasi software dari suatu sistem sebelumnya dikonversikan ke suatu sistem yang baru.

  7. Testing dan Validation, Sistem yang baru ditest dan diuji kebenarannya.

  8. Operation, Operasi-operasi pada sistem basis data dan aplikasi-aplikasinya.

  9. Monitoring dan Maintenance

Langkah ke-3 disebut juga perancangan basis data. Langkah 3, 4, dan 5 merupakan bagian dari fase design dan implementation pada siklus kehidupan sistem informasi yang besar. Pada umumnya basis data pada organisasi menjalani seluruh aktifitas-aktifitas siklus kehidupan di atas. Langkah 5 dan 6 tidak berlaku jika basis data dan aplikasi-aplikasinya baru.

Sebelum adanya sistem basis data, sistem yang digunakan untuk mengelola data adalah sistem file atau dikenal juga dengan file-based system.Menurut Connoly (2002,p7), file-based system adalah kumpulan dari program aplikasi yang berfungsi untuk menghasilkan laporan untuk pengguna. Tiap program mempunyai dan mengelola datanya masing-masing.
File-based system sebagai sistem penyimpanan dan pengurutan data dengan cara mengumpulkan data-data yang sejenis, memberi judul atau label dan melakukan index berdasarkan alfabet, untuk memudahkan proses pencarian data kembali.
Sistem ini menggunakan metode desentralisasi yang berarti masing-masing departemen menyimpan dan mengontrol datanya masing-masing.
File-based system menggunakan program aplikasi yang dapat memproses data sehingga dapat menghasilkan laporan yang dapat digunakan oleh masing-masing departemen yang mengelolanya.
Sistem ini dapat bekerja dengan baik apabila jumlah data yang disimpan tidak terlalu banyak, bahkan dapat bekerja dengan baik pada data dengan jumlah banyak tetapi hanya bila proses yang dilakukan adalah simpan dan ambil data. Sistem mulai tidak bekerja dengan baik saat diperlukan proses cek silang antar data, atau saat data berhubungan dengan data lain.

Pengumpulan Data dan Analisa

Proses identifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data disebut pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan suatu sistem basis data, pertama harus mengenal bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem basis data, termasuk para pemakai yang ada dan para pemakai yang baru serta aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan-kebutuhan dari para pemakai dan aplikasi inilah yang kemudian dikumpulkan dan dianalisa.
Aktifitas-aktifitas pengumpulan data dan analisa :

  1. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya

    Menentukan aplikasi utama dan kelompok user yang akan menggunakan basis data. Individu utama pada tiap-tiap kelompok pemakai dan bidang aplikasi yang telah dipilih merupakan peserta utama pada langkah-langkah berikutnya dari pengumpulan dan spesifikasi data.

  2. Peninjauan dokumentasi yang ada

    Dokumen yang ada yang berhubungan dengan aplikasi-aplikasi dipelajari dan dianalisa. Dokumen-dokumen lainnya (seperti : kebijaksanaan-kebijaksanaan, form, report, dan bagan organisasi) diuji dan ditinjau kembali untuk menguji apakah dokumen-dokumen tsb berpengaruh terhadap kumpulan data dan proses spesifikasi.

  3. Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data

    Informasi yang sekarang dan yang akan datang dipelajari. Termasuk juga analisa jenis-jenis transaksi dan frekuensi-frekuensi transaksinya dan juga arus informasi dalam sistem. Input-output data untuk transaksi-transaksi tsb diperinci.

  4. Daftar pertanyaan dan wawancara

    Tuliskan tanggapan-tanggapan dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dikumpulkan dari para pemakai basis data yang berpotensi. Ketua kelompok (individu utama) dapat diwawancarai sehingga input yang banyak dapat diterima dari mereka dengan memperhatikan informasi yang berharga dan mengadakan prioritas.


Transaction throughput

Transaction throughput , adalah rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem database, dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentuan awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file database.


Okeehh mungkin cukup sampe sini dulu yaa,, mungkin terlihat seperti repost hehe :D okeh keep on writting guys :)

Sumber :
http://expresiaku.wordpress.com/2009/02/23/siklus-hidup-aplikasi-basis-data/


TAGS Basis Data perancangan basis data tujuan perancangan basis data perancanga database transaction troughput lifecycle micro lifecycle macro lifecycle sistem informasi


-

Author

Follow Me