Menunggu Cinta

27 Oct 2010

Oleh Amri Hidayatulloh

Butiran air jatuh lembut dari langit
Menghiasi sore kelabu itu
Dingin mencengkam menemani kesepian
Seakan memahami relung hati yang sepi
Kesepian sang insang muda yang mencoba memahami

Dia terus menunggu ketidakpastian waktu
Mencoba memahami arti senyumannya
Dia terus terpaku melihatnya
Seolah tak tahu apa yang ia sedang lakukan

Dia terus menunggu
Menunggu cinta yang tak pasti
Dia terus menunggu
Menunggu cinta yang tak lekas dilepas pemiliknya
Dia terus menunggu
Menunggu sesuatu yang tak absolut

Ketika cinta lain berjalan indah
Cintanya harus terus menunggu
Menunggu ketidakpastian
Haruskah ia berhenti menunggu
Ia tak berani dan tak mau menjawabnya

Bukankah tidak satupun yang tahu dalamnya cinta
Dalamnya cinta hanya diketahui dari selang waktu yang dihabiskan
Dalamnya cinta hanya diketahui dari tulisnya cinta yang diberikan
Namun dalamnya cinta tak harus menunggu sebuah kepastian


Cintanya terus menunggu
Baginya mennunggu cinta bagaikan menungggu petang
Merasakan sejuk pagi diawalnya
Merasakan panasnya siang ditengah perjalannya
Dan akhirnya merasakan kehangatan cinta di petangnya
Namun petang tak kunjung datang baginya
Hangatnya petang tak harus diakhiri dengan memiliki
Tapi hangatnya petang dapat kita rasakan ketika kita mampu
Tulus mencintai dan tulus menunggu sebuah kepastian cinta
Sebuah cinta yang sebenarnya.



TAGS masalah remaja puisi puisi pendek poetry puisi amri romansa cinta anak pelajar cinta monyet realita cinta anak smk puisi cinta kisah cinta anak smk


-

Author

Follow Me