Jan 27 2010

Amri Hidayatulloh

Lebih baik Menabung di Celengan!!

Filed under Artikel bebas

Waktu w SD, guru - guru w menerangkan tentang Bank, fungsinya apa dan lain - lain, oh ya.. mereka juga menerangkan tentang keuntungan menabung di Bank, ini yang w inget pertama lebih aman, lalu kedua lebih menguntungkan.. tapi pas w beranjak dewasa :) kenyataan yang w liat kok berbeda ya??, entah apa yang salah makin hari hal - hal yang berbau bank makin gk jelas…

pertama Guru w waktu itu mengatakan bahwa menabung di Bank itu jelas aman, ternyata banyak sekali mencuat pembobolan ATM, wahh bahaya atau yang disebut “Carding”, uang yang kita kumpulin bertahun - tahun bisa hilang dalam sekejap, berarti gk aman dong ya??, ok, mungkin ada jaminan uang akan dikembalikan oleh pihak bank, tapi tunggu dulu, itu kan hanya bagi yang sadar dan ketahuan bahwa tabungannya dibobol, coba kalo gk ada yang tau, gimana, atau si Hacker mengambil uang dari banyak nasabah dengan jumlah yang sedikit sehingga si nasabah tidak sadar tabungannya di ambil,, yang kasusnya seperti itu gimana ??..

Nah yang kedua, menguntungkan,, bunga tabungan akan membuat kita untung, apa lagi kalo tabungannya banyak.. makin besar dong bunganya,, tapi itu secara bunga.. coba kita lihat sisi lain,, okelah kita sebut - sebut aja Bank Century, uang nasabahnya di gondol oleh oknum yang tidak bertanggung jawab alias di korupsi,,, dan dana talangannya sampai saat ini mungkin masih diributkan, aduuhh.. nasib para nasabahnya gimana ya.. munkin balik semua gk ya… tapi yang w heran atas kasus ini, anggota pansus yang menanganinya secara blak2an berkelahi seprti anak kecil, mereka mendebatkan hal yang seharusnya gk penting, di Osis dan Mppk sekolah w gk gitu - gitu amat :) , begitu aja mereka hanya memperjuangkan nasabah Century yang mayoritas mungkin orang berada,, tapi apakah mereka seperti itu juga, kalo yang diperjuangkan adalah orang - orang miskin, yang gk punya rumah, pekerjaan, yang sama sekali tidak mengenal apa itu bank, apakah sebuah kata, atau sebuah instansi…

Nahh.. kalo dilihat dari 2 sisi tadi memang bank agak mengecewakan dan terlihat berbahaya, mungkin sekilas kita bisa bilang lebih baik nabung di celengengan trus di umpetin di bawah kasur, biar lebih aman, namun w rasa Bank juga salah satu alternatif terbaik untuk menabungkan uang kalian.. hehe,, ok sekian aja, ditunggu komentarnya ya…

15 responses so far

Jan 24 2010

Amri Hidayatulloh

Nilai Subyektif Lebih Baik dari Objektif

Filed under Artikel bebas

Nilai rapor w turun.. huhh,, kenapa ? itu yang ditanyakan wali kelas w.. biasanya w masuk ke rangking 3 atau 4 besar, kali ini w diurutan sebelas.. :( , w juga kurang tau kenapa, karena banyak urusan di luar yang harus w tangani,, akhir2 ini w kurang tidur, hhh kebanyakan kerjaan diluar… atau w terlalu focus ke film.. yang pasti itu mengganggu konsentrasi belajar…

Nahh yang w heran kebanyakan temen w yang naik peringkatnya.. (“bukan yang 10 besar !!”) itu adalah anak yang alfanya lebih banyak dari w.. dan kelakuannya lebih parah dari w,,, w masih inget guru2 pada bilang kalo Nilai rapor itu bukan hanya dilihat dari sisi nilai, tapi kelakuan.. huhh.. kebanyakan bohong.. mereka gk bisa buat sedikit toleransi,, padahal w udah coba biar setiap pelajaran seenggaknya w bisa ikutin, walaupun w gk dalemin, seenggaknya w ikutin maunya guru… terkadang orang seperti w ingin sebuah nilai subyektif, bukan objektif, nilai ulangan bisa nyontek tapi mereka lebih berpatokan ke situ.. terkadang w berfikir negative,, kenapa w harus ngedalemin semuanya.. setiap orang di suruf focus kesuatu bidang.. ditekuni atau apapun.. tapi system pembelajaran selalu melenceng.. potensi yang benar2 kita miliki terbengkalai… gini tiap guru menekan siswa agar benar2 paham kepada pelajarannya.. dan mereka menekan siswa agar bisa mengembangkannya.. tapi mereka suka menyangkal, mereka bilang “Terserah kalian, Ibu Cuma mau membangun potensi kalian..”, beberapa mungkin bicara seperti itu.. huuhhh tapi disisi lain mereka mengancam kita dengan nilai tanpa sadar.. huuhhh ,, jadi hati – hati kalo kalian mau aktif disekolah, seenggaknya ada jaminan… kalian sudah bersusah payah membanggakan sekolah tapi sekolah masih mempertanyakan nilai kalian,,, seperti UN adalah penilaian objektif.. untuk apa orang seperti w belajar Matematika tingkat tinggi, sampai Intergral atau Vektor.. kan w ingin melanjutkan ke dunia film,,, tapi mereka gk berfiikir seperti itu… yahh sorry kalo w berfikir seperti itu,,, tapi tentu gk semuannya bisa dinilai dari sisi subjektif… yah gimana kalian menilai aja…

No responses yet

Jan 19 2010

Amri Hidayatulloh

VOTE FOR AAA (ANTI ANAK ALAY)

Filed under Artikel bebas

Beberapa saat yang lalu kita saling vote untuk pulau Komodo agar bisa dianggap sebagai salah satu keajaiban dunia, nah ada lagi nih satu tantangan kita untuk mengurangi populasi anak alay yang menjamur di masyarakat… Tulisan ini sebenarnya tidak sepenuhnya tulisan w, tapi beberapa saat yang lalu teman sebangku w di SMA BK, Anggi Budi Utama ( sekarang dia sekolah di SMAN 109 JAKARATA) kirim SMS ke w, judulnya Vote For AAA, pada kenyataan nya memang kebiasaan2 yang sering digunakan anak 2 alay (begitu saja kita menyebutnya) memang memberi dampak Negatif yang cukup terasa ( “ beberapanya “ ), terutama memang sangat terasa pada pelajaran berbahasa, khususnya bahasa tulisan, disebabkan beberapa faktor yang mereka sebut wajar, seperti ikut2an, atau bilang lebih gaya, seru, gaul dan blablabla… tapi padakenyataannya dampak yang dihasilkan cukup kontras terlihat paad anak2 semacam ini,,, w bukan mendiskriminasi seseorang atau kelompok, tapi w ingin memperlihatkan kepada kalian bahwa generasi kita telah mengalami penurunan yang tanpa sadar terus berjalan, w inget beberapa waktu yang lalu ketika w meminta teman w mengetikan skenario yang w buat, dia masih menggunakan bahasa2 singkatan atau apapun yangw anggap gk cocok sebagai bahasa tulisan… anak2 alay bahkan sudah menjamur pada masyarakat luas, terutama remaja, mungkin banyak di sekitar kita atau apakah diri kita sudah mulai terasuki ?, ok begini dari SMS yang ditulis temen w dia meminta menyebarkan lagi SMS itu, dengan harapan dapat menyadarkan beberapa teman kami… tapi w rasa w butuh media yang lebih luas lagi, dan w rasa pengurangan tren alay di lingkungan memang harus.. nah mungkin kalian dari tadi bingung siapa sih anak alay yang dimaksudkan… gini aja temen w kirim Ciri2nya…

  • Kalo SMS suka kurang kerjaan, tulisan besar-kecil, wah kalo  di computer yang case sensitive agak rumit terbaca,,, contoh : iYa nIe, aBis lAgI sIbUq siCH..
  • Suka gk bisa membedakan Huruf, padahal huruf Cuma ada 26, masa gk inget sih??.. contoh : Juga menjadi Juja, iya menjadi eap, sms menjadi xmx, cmz..dll
  • Kalo photo pastinya gayaknya norak, tangan dibentuk angka satu lah terus di letakan di depan bibir, pipi di kembungin,,, supaya apa coba ??
  • Nick FB udah kayak yang paling okecontoh : cii mUna imUtz, cii leMouDh, raTu Manieezz, si cUexz, coMel cayNk caabat, ckckck parah banget kan,, padahal nama panggilan mencerminkan kita ya?
  • Kalo posting comment di wall pasti ada tulisan  rePp iah atau plis reph
  • Kalo SMS suka subtitusikan huruf dengan angka, contoh 9w 9ag 8i5a 5kr9!, emang plat nomor apa.. kadang sms kayak gini yang bikin w bingung bacanya… biasanya w sms balik “lo bisa sms pake bahasa yang wajar gk sih ??”.

Gimana? Udah ngerti kan… nah sekrang bantu w untuk mengurangi populasi anak alay di sekitar kita, agar generasi kita dapat menjadi generasi yang bener lagi hahaha… setidaknya dalam segi ini… :)  . – oleh Anggi Budi Utama dan Amri Hidayatulloh

6 responses so far

Older Posts »